Jumat, 26 Oktober 2012

Sesuatu yang besar itu....

Siapa yang tidak kenal sosok Garin Nugroho.

Hampir semua penggiat perfilmman, pelaku seni, media massa, atau mungkin orang biasa-biasa saja mengenal sosok GN (begitu kami biasa menyingkat namanya).

Sedikit lupa antara July atau Agustus 2011. Sebuah treatment film diberikan dalam bentuk hard copy untuk gw. Azhar Kinoi Lubis saat itu memanggil dan memberikan foto copy tebal entah berapa halaman panjangnya treatment itu.

"Baca dulu, ini tentang sejarah. Kemungkinan antara september atau oktober shooting" begitulah kira-kira ucap Kinoi saat itu.

Gw sendiri belum tau dan belum dikasih tau siapa sutradaranya pada saat itu. Pikir gw masih lama juga nantilah pasti akan tau juga.
Malam sampai dirumah, gw coba membacanya. Soegijapranata sebuah judul dengan tulisan lebih besar dibanding hurus lainnya dan di hitamkan. Tertulis di bagian paling atas kertas halaman pertama.

Gw gak tau sama sekali siapa dia. Gak tau juga arti dan maksud judul itu. Gw cuma berpikir, ini film tentang tokoh. Siapapun dia.
Butuh waktu dua hari untuk gw waktu itu selesai membaca treatment itu. Bingung, karena ada banyak kalimat yang gak gw ngerti dan harus bolak-balik gw baca. Ada juga alur yang gw sulit pahami dan harus gw berulang kali baca. Karena memang agak sulit untuk memahami ceritanya.

Terakhir ketemu Kinoi itu dan gw sudah selesai baca. Tidak ada kabar tentang film ini. Sampai september awal belum ada kabar sama sekali. Gw juga gak terlalu banyak berharap pada saat itu untuk film ini. Karena gw sempat memutuskan untuk tidak akan bergabung dahulu sebagai tim astrada Kinoi. Bukan karena ada keributan antara gw dan Kinoi. Tapi karena ada hal yang menurut gw akan jadi sesuatu yang berat dilakukan jika gw tetap harus bergabung.

Sampai akhirnya, gw memutuskan. Gw akan ambil HI5TERIA. Bukan karena masalah uang pada saat itu kenapa gw ambil HI5TERIA, karena ada satu semangat lain yang kenapa gw ngebet dan mau ambil HI5TERIA (nanti akan coba gw ceritakan khusus untuk HI5TERIA. Dari awal sampai akhir).

Sekitar pertengahan september. Kinoi hubungin gw, menanyakan schedule dan lain-lain. Gw masih belum kasih tanggapan waktu itu. Karena gw gak mungkin bilang gw gak bisa ikut tim nya dia. Harus ada alasan yang masuk akal.
Hingga akhirnya LP (Line Producer) Soegija hubungi gw. Nova namanya. Nova bilang ia dapet schedule gw dari Kinoi gw bisa untuk film Soegija. Lalu Nova pun menanyakan fee gw.
Nah... ini momentnya. Gw pikir ini cara yang masuk akal untuk gw bisa nolak dengan halus. Terjadilah negosiasi antara gw dan Nova. Sampai akhirnya terjadilah ketidak sepakatan harga yang memang gw buat agak mahal waktu itu dan selesai gw pun tidak jadi ikut film itu.

Bukan karena gw gak suka filmnya, bukan gw gak mau melewatkan kesempatan besar bekerjasama dengan seorang Garin Nugroho. Tapi lebih sekedar gw saat itu tidak mungkin ada di dalam tim astrada saat itu. Karena satu dan lain hal yang nantinya hanya akan men set up otak gw untuk berpikir "yang penting kelar deh" dan gw gak mau itu, setiap gw berada dalam suatu produksi.

Menyesal enggak bisa ikut film yang akhirnya gw tau sutradara-nya adalag GN dan film ini film besar?
Pasti. Menyesal itu ada.

Bahkan ada sebuah kesempatan kedua buat gw untuk bisa ikut dalam produksi ini lagi.
Saat itu, sore hari di studio alam, depok. Gw sedang shooting hari kedua untuk film HI5TERIA dengan director Chairun Nissa (Ilun). HP gw berdering. Gw lihat dilayar HP gw Kinoi Lubis pada panggilan telepon. Singkat gw sempet mikir, ada apa yah?

Bla....bla..bla...bla terdaji percakapan cukup panjang antara gw dan Kinoi yang pada intinya dia minta gw untuk besok terbang ke Semarang. Dia butuh bantuan, scene-nya terlalu besar. Dia butuh tambahan bala bantuan, karena astrada yang lainnya keteteran.

Damn!!! ini kesempatan gw. Paling gak untuk mengobati rasa sesal itu. Tapi besok adalah shooting hari terakhir gw untuk HI5TERIA, karena dalam schedule HI5TERIA untuk Ilun hanya 3 hari shooting days. Gw bilang dengan Kinoi. Lusa gw baru bisa berangkat. Kalau besok gak bisa. Karena masih ada satu hari shooting lagi. Kinoi pun menutup telepon-nya.

Menjelang mahgrib. Nova kali ini yang telepon. Sama hal dengan Kinoi. Dia akan siapkan tiket pesawat dll, kalau beosk gw bisa berangkat. Tapi gw jawab yang sama. Lusa baru bisa. Karena gw gak mungkin ninggalin shooting HI5TERIA.

Hingga akhirnya mereka tidak mau. Mereka maunya gw besok berangkat. Karena lusa akan lebih besar lagi scenenya dna gw harus ada disana. Kembali, ketidak sepakatan pun terjadi.

Akhirnya posisi gw digantikan oleh teman dari Jogja. Hari namanya.

Selamat tinggal Soegija. Untuk kedua kalinya gw menolak film besar. Bukan karena tidak mau, tapi karena komitmen.

Tidak ada komentar: